DESTINASI TELUK BIRU
Selasa, 06 Desember 2011
Budidaya Udang Galah Untuk Meningkatkan Pendapatan Nelayan Pesisir
Budidaya Udang Galah Untuk Meningkatkan Pendapatan Nelayan Pesisir
Nama TTG : Budidaya Udang Galah Untuk Meningkatkan Pendapatan Nelayan Pesisir
Diaplikasikan di (Kabupaten Ciamis)
Komoditi udang yang memiliki prospek adalah jenis udang galah. Udang galah dapat hidup di air tawar, tepi-tepi pantai atau air payau. Udang galah bentuknya lebih panjang, bergerak merayap di dasar perairan, dan aktif di malam hari. Siklus hidup udang galah umumnya tergantung pada kondisi sifat air dan makanan yang tersedia pada kolam dimana udang galah berada.
A. Pendahuluan
1. Sistem Kehidupan Udang Galah
Akhir-akhir ini komoditi udang galah merupakan pasaran yang menggiurkan. Bahkan bukan saja dipasaran dalam negeri, bagi kebutuhan ekspor pun menunjukkan yang signifikan. Dari salah satu komoditi udang yang memiliki pasar prospek adalah jenis udang galah.
Lebih menyenangkan lagi udang galah ini mudah cara memeliharanya. Sedang badannya memiliki ukuran besar dibandingkan udang-udang jenis lain, hidupnya udang galah bisa hidup di air tawar, ditepi-tepi pantai (air laut) atau air payau dalam tambak-tambak ukuran mini atau besar.
Menurut pengalaman yang pernah penulis lakukan sendiri penangkapan di sungai-sungai atau ditepi-tepi pantai, ternyata lebih ideal bila dikembangkan pada tambak-tambak oleh penduduk atau nelayan pesisir yang justru tempat tinggal mereka berdekatan dengan muara-muara sungai atau aliran-aliran sungai. Bahkan tidak sulit bila dilakukan di kawasan pantai-pantai dimana kondisi air selalu tersedia. Dengan memelihara udang galah ini hasilnya menjanjikan, tetapi kalangan nelayan belum banyak yang mencoba. Sebenarnya saat inilah waktunya, mengingat kondisi iklim sering berubah-ubah tidak menentu dan tidak diberitakan bahwa akhir-akhir ini penghasilan para nelayan pesisir sangat merosot. Karena itu dengan memelihara udang galah sutera tambah dilahan terbatas dapat dijadikan harapan untuk mengubah nasibnya. Apalagi system prakteknya tidaklah sulit. Hal ini sangat memungkinkan bagi nelayan pesisir.
Sebagai tambahan pengetahuan dalam pemeliharaan tentang biologi,alangkah baiknya kelompok nelayan pesisk mempelajari seluk-beluknya lebih dahulu agar dalam praktek pemeliharaan udang galah berhasil sukses. Sebab kolam habitat udang galah merupakan fungsi biologi dengan ekkosistem didalamnya.
Untuk itu, dalam upaya meningkatkan hasil pengusahaan udang galah, sebaiknya pengetahuan tentang biologinya haruslah dipelajari secara seksama dengan tujuan agar usaha peningkatan pengusahaan udang galah berhasil dengan baik. Sebab tanpa dipelihara dengan sungguh-sungguh usaha itu tidak mungkin dapat dipetik hasilnya.
Lebih mempermudah pemeliharaan udang galah karena udang jenis ini dapat hidup berkembang di air tawar, air payau atau juga perairan pantai laut yang tumbuh hutan bakaunya. Demikian udang galah secara leluasa dapat dipelihara oleh para nelayan yang memang kehidupannya bergantung dan penangkapan ikan. Justru udang galah ini dapat dipelihara baik di air payau maupun air tawar dalam tambak-tambak atau kolam. Upaya ini dapat dilakukan oleh para nelayan. Justru akhir-akhir ini kondisi musim kurang menguntungkan bagi nelayan Hal ini diakibatkan gelombang laut sering menjadi kendala pada nelayan dalam melakukan tugas rutin menangkap ikan di perairan.
2. Penyediaan Benih
Dari berbagai pengalaman yang dilakukan pelaku usaha udang galah, penyediaan benih udang galah dapat dilakukan setiap waktu dalam pengembangannya. Penaburan benih dapat dilakukan setelah udang yang sudah layak dipanen ditangkap terlebih dahulu. Karena itu dalam membangun kolam perlu memenuhi syarat-syarat tertentu. Semua bentuk komponen hatchery (kolam) syarat harus dipenuhi. Inisalnya tempat tinggal nelayan pemilik kolam perlu dekat dengan lokasi kolam. Hal ini untuk memudahkan pengontrolan akan perkembangan bibit-bibit udang agar secepatnya dapat diketahui.
Dalam penggalian lubang kolam perlu mencari tempat yang paling hemat dan strategis. Maksudnya letak kolam tempat penampungan benih udang galah jangan begitu jauh dari sumber-sumber air. Misalnya saja jangan terlalu jauh dari pantai laut atau juga berdekatan dengan air sungai yang mengalir sepanjang tahun atau juga pantai-pantI besar yang tidak mudah kering. Walaupun dalam sikius hidup udang galah dapat menempati dua habitat yang berbeda, yaitu air payau tatkala masih dalam bentuk larva (benih-benih kecil). Sedang pada usia muda dan dewasa udang galah lebih senang hidup diair tawar, seperti halnya di kolam-kolam.
Dalam sejarahnya penyebaran udang galah konon dimulai dan perairan Indo Pasifik, mulai daRI bagian timur benua Afrika sampai ke Malaysia dan Indonesia. Dan sekarang di Indonesia udang galah sudah tersebar luas mulai dari perairan Jawa, Sumatera, Kalimantan, bahkan sampai Irian pulau paling ujung bagian Timur Indonesia.
Secara umum penyebaran benih udang galah dapat dilakukan melalui penangkapan, baik disungai-sungai atau muara laut. Memang diakui cara ini tidak jarang dalam melakukan penangkapan menggunakan jala, jaring, bubu, prayang biasa udang-udang jenis lain juga turut tertangkap tetapi dapat dipilah-pilah mana yang udang galah atau bukan. Dari perbedaan itu dapat diketarai bentuknya.
3. Ciri-ciri Kehidupannya Udang Galah
Ciri-ciri udang galah adalah bentuknya lebih panjang dibanding udang-udang jenis lain. Punggungnya sedikit melengkung ke atas. Sedang warna tubuhnya pada udang galah terdapat titik-titik hitam pada setiap ruas.
Ciri-ciri lain udang galah ini umumnya bergerak secara merayap pada lokasi dasar perairan. Sehingga udang dimanapun bibitnya dapat ditangkap menggunakan jala tebar, bubu, prayang, bahkan bisa juga dengan jala atau dipancing. Tetapi yang lazim dilakukan orang adalah menggunakan alat-alat yang biasa untuk penangkapan ikan. Umumnya udang galah ini juga mempunyai sifat alami seperti halnya dengan udang-udang yang lain, yaitu aktif di malam hari. Umumnya udang-udang itu bersembunyi pada siang hari di lumpur-lumpur yang teduh. Namun demikian bila siang hari, terik tidak begitu menyengat udang galah aktif merayap mencari makan.
Kemudian telur-telur udang galah yang masih muda warnanya kekuning-kuningan. Dan secara berangsur-angsur menurut usia telur, secara bertahap telur itu berubah menjadi abu-abu. Dari jumlah telur yang dihasilkan udang galah, setiap udangnya ada perbedaan. Pada udang dengan pertumbuhan sempuma, biasanya dapat menelur hingga 30.000 butir telur setiap musim bertelur. Karena itu layak untuk dikembangkan oleh para nelayan penduduk pesisir yang semata-mata menggantungkan dari hasil menangkap ikan.
Tanda-tanda untuk mengetahui kelamin betina udang galah biasanya dapat ditandai melalui warna tubuh bagian bawah terlihat warna merah orange. Pada saat udang galah hendak melakukan perkawinan antara udang jantan dan udang betina, biasanya udang betina bertukar kulit lebih dahulu, lalu terjadilah pemijahan. Caranya spermatozoa dan udang jantan akan tertampung dalam spermathea udang betina saatnya telur keluar melalui organ betina. Pada saat pemindahan telur dari ovarium ke tempat pengeraman, akhirnya terjadilah pembuahan udang-udang kecil yang menabur. Dalam pemijahan ini bagi udang galah Iebih sering dilakukan pada malam hari dibanding siang hari.
Lebih menguntungkan udang galah berpijah (menelur) sepanjang tahun, artinya udang galah tidak mempunyai musim tertentu untuk melangsungkan perkawinan dalam mengembangbiakkan jenisnya. Lebih memudahkan lagi cara hidupnya bisa di perairan umum (sungai-sungai, pantai) maupun pada kolam-kolam penduduk nelayan pesisir.
4. Pengembangan Anak Udang Galah
Siklus hidup udang galah umumnya tergantung pada kondisi sifat air dan makanan yang tersedia pada kolam dimana udang-udang galah berada. Cara istilah dalam pemeliharaan udang galah tingkat perkembangan pada daging maupun sisik udang galah lazim disebut stadium anak-anak udang galah (larva) memiliki tingkat stadium hingga sebelas tingkat.
Untuk memperjelas proses stadium dapat digambarkan antaranya, stadium pertama anak udang galah sejak menetas 12 hari panjang tubuh anak udang galah mencapai 2 mm, kemudian panjang carapace 0,50 mm. kondisi tubuh belum keras, mata tidak bertangkai. Dan cara-cara lain duri ada tujuh dan berambut serta dua spina tidak berambut. Kemudian kondisi stadium dua, panjang tubuh udang galah 2,3 mm dan panjang carapace 0,54 mm,mata telah muncul tangkai. Kondisi tubuh sedikit keras, duri mencapai 8 rambut. Kemudian juga stadium ketiga : panjang tubuh udang galah mencapai 2,5 mm, panjang carapace 5,7 mm. Kondisi tubuh mulai mengeras dengan 8 pasang duri yang berambut. Namun tumbuh lagi satu dan dibagian pinggir tidak berambut. Lalu pada stadium empat: panjang badan udang galah mencapai 2,7 mm. panjang carapace 0,59 mm dengan dua gigi rostrum. Kondisi tubuh normal dengan lima pasang duri dorsal dan dua pasang duri lateral. Stadium ke lima, panjang tubuh udang galah mencapai 2,9 mm. panjang carapace 0,68 mm. kondisi tubuh normal, duri posterial 4 pasang, duri lateral kecil dan tidak berambut. Stadium ke tujuh, panjang udang galah mencapai 4,1 mm. panjang carapace 1,08 mm. kondisi tubuh normal, keadaan kulit mulai membiru tua, dan bagian licin terlihat merah dan kekuning-kuningan.
Lalu seterusnya pada stadium ke delapan. Panjang udang galah sudah mencapai 4,76 mm dan telah masuk golongan udang galah dewasa, tetapi belum saatnya dipanen. Panjang carapace mencapai 1,21 mm. Kondisi tubuh normal, duri pada terminal telson menghilang. Kemudian sampai pada stadium ke sembilan. Panjang tubuh udang galah mencapai 46,08 mm. panjang carapace 6,08 mm. Kondisi tubuh normal, 3 pasang duri menjadi pendek, terdapat lagi 4 pasang duri posterior dan duri tengah berambut. Stadium ke sepuluh, panjang badan udang galah mencapai 7,7 mm. panjang carapace 1,92 mm. kondisi tubuh normal dengan daging yang dapat dilihat dan luar. Ada tiga atau empat gigi dorsal dan duri lateral menghilang.
Kemudian stasium ke sebelas, yang merupakan udang galah yang sudah sempurna dan saatnya di panen. Panjang badan telah mencapai 7,40 mm atau Iebih. Panjang carapace 1,96 mm. kondisi tubuh normal dan daging murni terlihat jelas dan pada bagian kepala terdapat gigi dorsal 9 buah. Pada masa demikian udang galah sudah dikategori dewasa dan boleh dipanen menurut petunjuk yang ada. Itulah perkembangan system pemeliharaan udang galah di kolam-kolam atau tambak pada masyarakat pesisir agar dapat meningkatkan pendapatannya.
B. Metode
1. Cara pemeliharaan anak-anak udang galah
Pada umumnya udang galah tumbuh dan berkembang menjadi dewasa hidup di perairan payau dan air tawar. Lama mengerami telur yang akan menetas kurang lebih 19 hari. Dan telur-telur udang galah setelah menetas dalam bentuk anak-anak udang yang masih lembut yang sering disebut larva, pada masa itu larva—larva umumnya suka hidup di air payau. Bila pemilik tambak udang kurang menaruh perhatian terhadap lingkungan tambak atau kolam, sehingga tidak memberi air payau pada anak-anak udang adalah yang masih rawan dan lemah, akibatnya anak-anak udang akan banyak yang mati. Oleh karena itu untuk memperoleh air payau pada atau jenis air pantai, sebaiknya usaha kolam udang galah jangan terlalu jauh dari pesisir, artinya agar kolam udang sering mendapatkan air payau. Disinilah anak-anak udang secara leluasa akan hidup system mencari makanan di habitat air payau.
Proses perkembangan anak-anak udang (larva) secara bertahap akan mengalami beberapa kali pergantian kulit dan biasanya diikuti dengan perubahan kulit udang secara struktur morfologisnya dan akhirnya menjadi bentuk jentil atau juga disebut juana.
Menurut kebiasaan anak udang galah mengalami pergantian kulit dapat terjadi hingga 11 tingkatan (stadium). Dari tingkat-tingkat pergantian kulit juga diikuti perubahan tingkat status, antaranya dan larva, kemudian berubah menjadi planktonis, aktif berenang, senang pada sinar-sinar, tetapi kurang cocok pada sinar matahari yang terlalu menyengat. Dan kebiasaan anak-anak udang dalam bentuk larva mereka cenderung hidup bergerombol dekat permukaan air baik tawar maupun air payau. Tatkala umurnya semakin dewasa udang-udang galah cenderung hidup di dasar-dasar air yang cenderung ada senumputan semacam hutan bakau.
Dalam penyebaran udang galah caranya dengan melakukan penangkapan-penangkapan pada bibit-bibit udang yang masih bentuk larva atau anak-anak udang masih sangat kecil dan lembut. Dan cara untuk mendapat penangkapan harus dibantu dengan menaburkan makanan pada rumpon-rumpon untuk menjebak anak-anak udang.
Lalu anak-anak udang dalam bentuk larva ini dengan mudah ditangkap dengan alat yang disebut “Leser”. Dan bila mungkin pelaksanaan penangkapannya dimalam hari.
2. Memilih lokasi
a. Secara umum membangun kolam atau tambak untuk udang galah dapat dipilih, antaranya lokasi yang tidak begitu jauh dari pantai atau kawasan pesisir. Tujuannya untuk mempermudah mendapatkan air payau. Kemudian juga perlu penyediaan air tawar yang sangat menentukan kehidupan udang-udang galah yang masih berupa larva. Sebab larva dapat hidup secara sempurna pada salinitas air tawar hingga 40%. Gunanya untuk diperlukan sebagai pengencer air payau (laut) sesuai yang dibutuhkan anak-anak udang galah. Syarat-syarat lainnya: Memilih lokasi kolam pemeliharaan udang galah hendaknya selalu berdekatan dengan sumber air laut. Sebab larva (anak-anak) udang galah sangat memerlukan air payau yang bersumber dari air laut. Dan menurut ukuran pH 7,75-8,75 dari yang paling adalah kadar air yang tidak terdapat pencemaran zat-zat logam
b. Tempat lokasi yang dipilih hendaknya temapt sedikit terlindung dari angin kencang, misalnya tempat-tempat yang tepian hutan bakau. Karena itu pekerjaan dan usaha ini dilakukan oleh para nelayan desa pesisir. Apalagi masa kini kondisi musim sangat tidak menguntungkan bagi kehidupan nelayan. Mereka jarang pergi melaut, karena gelombang pasang karena musim tidak stabil
c. Cara membuat kolam atau tambak untuk tempat penampungan pembenihan udang galah, sebaiknya dibuat dengan cara tertutup (indoor). Dan pesisirnya membujur dari utara ke selatan. Keadaannya tidak tembus cahaya dan bila mungkin diberi dinding tertutup agar sinar matahari tidak menembus ke dalam lubang kolam dan tambak
Kemudian cara yang paling baik untuk pemeliharaan larva (anak-anak udang galah) lazim dibuat bentuk kerucut memiliki dinding luar dan dalam. Hal ini untuk menjaga suhu udara yang stabil. Bak kolam penampungan jenis larva ini sebaiknya dindingnya di cat hijau cerah, tujuannya agar dapat merangsang larva-larva dalam untuk nafsu makan.
Lebih menguntungkan lagi bila pihak pemelihara berusaha untuk menyediakan tempat air payau bila lokasi tersebut sedikit jauh dan pantai cara air payau disimpan dalam bak tertentu, sehingga kolam atau tambak tempat pengembangan udang galah tidak terlantar. Dan bak cadangan air payau ini juga sangat berguna bila suatu saat pompa air bila ada rusak. Dan bak air jenis payau sebagai cadangan perlu ditutup rapat, hal ini untuk menghindari masuknya bakteri atau ganggang lumut yang mengganggu pertumbuhan udang galah.
3. Laboratorium
Proses memelihara udang galah laboratonium merupakan kelengkapan peralatan yang tergolong penting. Sebab melalui laboratorium semua analis kondisi kualitas air dan biologi reaksi larva maupun udang galah dewasa dapat dikontrol dengan jelas dan mudah. Dengan laboratorium sederhana, baik media tambak, pertumbuhan, parasit, bahan kimiawi dalam kualitas air (water quality) dapat di awasi secara teliti, sehingga pertumbuhan normal dan diharapkan hasilnya secara optimal.
Dalam arti lain, bahwa laboratorium adalah sarana tempat analis. Oleh karena itu layak di ruang laboratorium perlunya dilengkapi fasilitas perlengkapan alat pengamatan kimia dan biologis. Maksudnya alat pengamatau kiinia untuk melakukan pemeniksaaan atas kemurnian air tambak, sedangkan alat pengawasaƱ biologi sebagai sarana pengamatan dalam peertumbuhan kesehatau larva (anaic-anak udang), begitu kesehatau udang-udang galah yang sudah berumur dewasa. Bahkan bila mungkin seandainya cara bertambak udang galah ini dilakukan secara skala besar, maka laboratorium bisa dilengkapi dengan fasilitas analisis makanan. Hal ini sangat perlu, mengingat makanan yang tersedia dari toko-toko atau makanan yang berasal dari ramuan tradisional komposisinya adakalanya kurang tepat. Oleh karena itu dengan perlengkapan laboratorium pemeliharaan udang galah akan lebih sukses dan memberi hasil yang memuaskan.
4. Seleksi induk udang galah
Untuk mendapatkan hasil udang galah yang sesuai dengan harapan, karena itu seleksi induk sangatlah penting. Dan lazim cara seleksi melalui pengetahuan genetis. Dengan cara ini akan dapat secepat mengetahui ciri-ciri induk udang galah yang baik dan beruas. Secara umum menurut penelitian melalui cara morfologis, udang galah induk yang baru memiliki ukuran besar lebih kurang di atas 40 gram bagi induk betina dan 50 gram bagi induk jantan. Lalu ada lagi syarat lain, antaranya kandungan telur tinggi. Dan bagi induk jantan sebaliknya yang memiliki galah. Sedang bagi induk betina, sebaiknya induk yang usianya belum tua sekali dan diharapkan masih mampu bertelur dalam jumlah tinggi pula. Sedang dalam pengambilan induk untuk calon benih, hendaknya dipilih induk yang populasinya cepat besar tatkala dipelihara dikolam atau tambak.
5. Jenis makanan alami
Untuk mengupayakan agar udang galah yang dipelihara dalam kolam dan tambak dapat berhasil dengan baik, maka peranan makanan alami tidak dapat diabaikan. Contoh-contoh makanan alami antaranya dedaunan, sisa-sisa makanan yang disebut nonplii yang memiliki sifat yang mudah hancur. Sedang makanan buatan dalam jenis makanan favorit adalah yang disebut “Aneima Salina Leach” yang memiliki nilai jual tinggi, sehingga kalangan usaha nelayan tradisional merasa keberatan dan mereka lazim menggunakan makanan tradisional merasa keberatan dan mereka lazim menggunakan makanan tradisonal yang nilainya lebih murah. Dan cara pemberian makanan terhadap larva atau anak-anak udang galah yang masih kecil-kecil, antaranya nonplii, yaitu jenis makanan tradisional yang terdiri dan sisa-sisa makanan atau jenis makanan artemia yang diproduksi oleh publk yang khusus memproduksi makanan udang. Untuk menghasilkan udang galah yang balk dan sehat jumlah nonplii atau artemia disesuaikan dengan umur larva (anak-anak udang galah) yang ada di dalam kolam atau tambak. Pada saat memberi makan sebaik secara pelan-pelan air dalam kolam perlu ditambah, baik berupa air tawar maupun air payau.
Tetapi bagi pengusaha yang telah memiliki modal yang cukup masalah udang galah ini ada yang sudah pemah mencobanya. Proses pembuatau makanan yang diramu secara tradisional, antaranya dari bahan-bahan di bawah ini:
Komposisi makanan anak udang galah buatan sendiri
Nama Bahan
Komposisi
Garam
2,3 %
Minyak Ikan
16,4%
Cumi-Cumi 28,2%
Telur ayam 6,7%
Vitamin 2,1 %
Abu dapur dingin 5,7 %
Lemak 7,2 %
Sedang proses pembuatau menyerupai pembuatau kue donat dalam bentuk “Adonan” yang dikerjakan dengan peralatan blender. Agar cara mengerjakan lebih mudah bisa ditambah sedikit air agar adonan yang diblender lebih mudah dan halus. Dan setelah halus dikukus (di masak) selama 1 jam. Dan bila sudah menjadi wujud makanan, dapat diberikan kepada anak-anak udang galah maupun udang dewasa yang sudah berumur. Hal itu agar perkembangan dan pertumbuhan udang-udang galah dapat berjalan baik dalam kondisi gemuk-gemuk dan meningkatkan produksinya.
6. Kegunaan mesin diesel
Dalam pemeliharaan udang galah ini kegunaan mesin diesel sangat penting sebagai pelengkap proses pemeliharaan udang galah yang ditambak atau di kolam. Peralatan dibutuhkan walaupun unit lokasi pemeliharan udang itu menggunakan sumber listrik dari PLN. Sebab kadangkala sumber listrik dan PLN padam. Pada saat yang deinikian itulah generator atau mesin-mesin diesel digunakan sebagai pengganti tenaga listrik. Alat yang berupa mesin diesel ini adalah jenis Diesel Kubata no. FA-10 F,3 ohase dengan kekuatan 10 kvA. Mesmin model inilah yang lazim digunakan proses pemeliharaan udang galah di desa pesisir.
Untuk mengetahui lebih dalam perlengkapan mesin diesel atau generator gunanya sangat banyak, aritaranya menggambil air laut (payau) langsung dan pantai yang sangat diperlukan dalam perkembangan udang galah sejak masih berupa larva hingga dewasa siap panen. Lalu juga berguna sebagai alat untuk menaikkan air payau yang berada di dasar tanah pantai untuk dinaikkan ke kolam atau tambak.
Manfaat lain mesin diesel atau generator Kubota FA-10 dapat digunakan meinindahkan tawal dan sumber ash urituk menyatukan dengan payau yang berasal dan air pantai laut. Kemudian mesin diesel juga digunakan untuk meinindahkan air payau yang telah dilakukan filtrasi dan bak yang disediakan. Demikianlah betapa pentingnya mesin generator pompa air tersebut. Sehingga lancer dan menghasilkan produksi yang cukup memuaskan.
7. Pemeliharaan yang sempurna
Pada lazimnya pemeliharaan dikolam atau tambak umumnya kelanjutannya dan pemehharaan larva (anak-anaki udang) dasi hachery (istilah tempat memelihara larva, yaitu udang-udang kecil). Pemeliharaan hingga sampai waktu antara 3 sampai 4 bulan. Dan pertumbuhan udang-udang galah sejak wujud larva hingga umur 4 bulan tergantung dan mutu dan kualitas makanan yang disediakan oleh si pemelihara atau pihak nelayan yang mengusahakannya.
Menurut pengalaman dengan kondisi makanan yang cukup, selama pemeliharaan 4 bulan ukuran konsumsi telah dicapai dengan berat hingga 25 hingga 40 gram per ekor. Pemeliharaan udang galah dapat diusahakan secara sempuma di air tawar, tetapi juga diusahakan air payau yang berasal dan air pantai laut.
Selain kondisi air dan makanan alaini yang cukup juga masih membutuhkan tipe kolam yang strategis dan makanan-makanan tambahan sebagai sarana meningkatkan hasil yang memuaskan. Sebagai syarat mutlak, perkolaman yang lazim di negeri ini memberikan bentuk dan cara yang paling penting adalah cukup pengairan (semi dan semi running water). Dan yang kedua yang perlu diperhatikan adalah kolam yang aimya sering diperhatikan adalah kolam yang airnya sering menggenang dan perlu secepatnya diganti dengan air ramuan dan air tawar dan air payau.
8. Sistem penebaran bibit udang galah
Untuk mencapai hasil yang optimal dalam pemeliharaan udang galah factor yang penting adalah padat penebaran. Padat penebaran ini lebih efektif bila satu meter persegi dengan istilah nama dikalangan nelayan disebut saW petak ipuk perlu penebaran 100 ekor larva atau udangudang galah. Dan lebih dari itu dengan agar penyediaan makanan cukup memadai.
Untuk memperhatikan jenis makanan agar anak-anak udang galah (larva) agresif dalam merangsang, maka sifat makanan perlu jenis lunak semacam adonan donat Dan jumlah makanan yang diserap oleh pent udang galah diperkirakan antara 5-7% dan berat badan udang. Karena itu dengan cara pemeliharaan di kolam atau tambak dapat secara alaini mendapat tambahan makanan darisekitar Iingkungannya. Karena sifat makanan untuk udang galah ini memiliki sifat-sifat lunak. Dan sifta tenggelam dalam, tidak mudah membusuk dan hancur serta nilai protein yang tinggi.
Begitu dalam penelitian bahwa bentuk pellet atau “Broiler Starter” jenis makanan ayain dengan kadar protein 20 hingga 30% juga cukup bait untuk pertumbuhan udang galah. Dan bila memungkinkan pellet perlu ditambah tepung terigu, algmnate dan bila ada sagu. Demikian penyediaan makanan udang galah ini agar pertumbuhan baik.
Pertumbuhan hidup udang galah
Untuk mencapai jumlah prosentase hidup larva (anak-anak udang galah) dalam jumlab tinggi, perlunya syarat-syarat tertentu agar udang-udang galah dalam pemeliharaan tidak banyak yang mati. Syarat itu antaranya perlunya perlindurigan baik tumbuhan maupun perlindurigan lain dalam sheltering. Upayakan dalam dan sekitar kolam ada gangguan anak-anaic capung atau ikan lain yang bisa kurang aman bagi anak-anak udang dalam koam atau tambak. Kemudian yang perlu diperhatikan adalah temperature air, kemudian makanan yang sesuai. Begitu perlunya penebaran bibit secara padat. Secara mci dapat dijelaskan, bahwa pemberian perlthdurigan (shelter) sebagai tempat udang-udang galah, baik masih jenis larva (anak) maupun sudah cukup dewasa untuk berlindung dari terik matahari, apalagi saat ganti kulit udang galah sangat memerlukan tempat yang tenlindurig.
Menurut teknik ilmu perikanan temperature yang paling cocok pertumbuhan udang galah ialah sekitar 27-34°C. Bila temperatur ini tercapai pertumbuhan udang masa pemeliharaan 30 hari udang galah telah mencapai ukuran antara 2 hingga 2,7 cm. Sedang pemeliharaan pada musim kemarau saat udara kering dalampemeliharaan 60 hari memiliki pertumbuhan mencapai panjang 5-7 cm.
9. Teknik konstruksi kolam
Dalam membesarkan bibit udang galah sudah selayaknya diperlukan kolamatau tambak yang layak sebagai nienabur anak-anak udanig galah. Agar udang galah merasa betah tidak mendapat gangguan. Keadaan kolam hendak memiliki ukuran sedemikian rupa, panjang dan lebar kolam perlu seinibang. Kemudian yang perlu diperhatikan adalah debit air dalam kolam pada system pembesaran bibt-bibit anak udang galah hendaknya berkisar sehingga 7 liter per detik.
Kemudian perhatian lain terhadap kondisi ketinggian air kolam diperkirakan sekitar 60 hingga 150 cm dengan kedalaman kolam optimal diperkirakan antara 100 hingga 150 cm. Pada kondisi air yang demikian ini keadaan kolam tetap berair mengalir dan tenang. Dan sebagai layaknya agar air bisa bertukar-tukar, salah sath sisinya harus diberi saluran yang bisa mengeluarkan air yang sudah tidak murni lagi. Dengan cara endapan kotoran pada dasar kolam dapat dibersilikan sewaktu-waktu. Namun sebaiknya dasar kolam sebaik sedikit terdapat lumpur-lumpur sebagai cadangan mencani niakanan bagi udang galah yang sedang mengalaini perkembangan pertumbuhan dagingnya dan teknik kolam dapat disimak pada gambar kolam yang diikut serta pada isi buku ini.
10. Memungut hasil
Dalam upaya memperoleh hasil yang cukup memuaskan diperlukan penamburan benih secara padat, pemberian makanan melalui aturan dan kolam yang memenuhi syarat merupakan factor yang menentukan agar memiliki hasil yang cukup memuaskan. Cara penangkapan saat panen dengan alat jarring monofilament dengan ukuran mata mesh mesh 1,5 inchi sangatlah tepat, karena dengan alat tersebut udang galah yang dibudidayakan di kolam pemeliharaan dapat ditangkap dengan mudah dan berat udang per ekor telah kadangkala bisa mencapai antara 25 hingga 30 gram. Dalam penelitian oleh kalangan ahli perikanan konon di pulau Hawai yang memang sebagian besar penduduk bermata pencaharian mencari ikan di perairan, dengan cara penebaran bibit udang galah system padat penebaran 10-11 ekor per meter persegi dengan system skiming dan restoking, ternyata hasil produksinya meningkat drastic.
11. Persiapan kolam atau tambak
Dalam persiapan kolam atau tambak tempat pemeliharaan udang galah sebenarnya tidak banyak berbeda dengan cara tempat memelihara jenis ikan. Caranya sebelum di isi dengan bibit udang galah atau jenis ikan, kolam perlu dikeringkan lebih dahulu. Kolam yang terletak pada kondisi tanah unsure asam, selama pengeringan sebaiknya dilakukan perbaikan dan pengapuran guna memperkaya jenis makanan alami dalam kolam antar tambak sebagal habitat udang galah. Kondisi kolam dengan pH 2,5 dapat disebar kapur 200 kg setiap luas kolam mencapai 800 m2 dan ini bila dilakukan dapat menaikkan pH hingga menjadi 4,0. Menjelang akhir kolan dimasukkan, umusnnya pintu masuknya air sebanyak diberi saringan, hal ini menjaga keamanan agar anak-anak udang galah selamat tidak diganggu oleh pihak lain, misalnya ular, gabus, lele dan yang lain-lain mereka ingin memakannya. Sebagusnya mula-mula air yang dimasukkan dengan level 100 cm lebih dahulu, kemudian hari berikutnya menjadi 150 cm. dan air yang cocok pada awal pembimbitan adalah sebaik air tanah untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan seperti polusi bahan kiinia, peptisida dan lain-lain. Untuk lebih melindungi sekitar kolam sebaiknya pinggiran kolam atau tambak ditanami tanaman menjalar, misalnya kangkung, genjer sebagai perlindungan udang galah yang dipelihara.
Cara menebarkan makanan buat uclang galah dalam kolam pemeliharaan dimaksudkan untuk mengontrol system biologi atau ekosistem. Dengan cara demikian keseimbangan ekosistem dalam kolam pemeliharaan udang galah dapat dipertahankan. Selain kondisi air yang dipelihara bisa berlangsung, juga bisa meningkatkan biomasa kolam, lalu boleh anak-anak udang galah ditebarkan ke dalam dan membaur dengan jenis makanan yang sudah dalam bentuk ramuan.
Setelah anak-anak udang galah mulai dipelihara, cara memberi makanan udang galah sebaiknya sekali sehari. Dan makanan sebaiknya ditebarkan secara merata pada dasar kolam. Sedang jenis makanan yang bisa merangsang anak-anak udang galah dan jumlab makanan yang ditaburkan. Hal ini untuk memperoleh hasil pemeliharaan yang menggembirakan.
Sumber : Dit PMP, DKP
Kontak : Departemen Kelautan dan Perikanan
Direktorat Jenderal Kelautan, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil
Jl. Medan Merdeka Timur No. 16 Lantai 9 Tel. (021)3519070 (Hunting) Fax. (021) 3522560 Jakarta
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar