DESTINASI TELUK BIRU
Selasa, 06 Desember 2011
Kerupuk Ikan
Kerupuk Ikan
Nama TTG : Kerupuk Ikan
Diaplikasikan di (Kabupaten Kotabaru, Kabupaten Yapen Waropen, Kabupaten Ketapang, Kota Palu, Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Bintan (dahulu bernama Kabupaten Kepulauan Riau), Kabupaten Aceh Besar)
Kerupuk ikan merupakan produk hasil perikanan yang terbuat dari campuran daging ikan dan bumbu-bumbu/bahan-pembantu lainnya melewati proses pengadonan, percetakan, perebusan/ pengukusan, pengirisan dan pengiringan. Fungsi dari teknologi pembuatan kerupuk ikan adalah sebagai upaya untuk mendapatkan produk hasil perikanan yang mempunyai rasa renyah gurih dan dapat memenuhi selera masyarakat. Tujuan dari pembuatan kerupuk ikan adalah diversifikasi olahan hasil perikanan agar produk dapat bertahan lama (awet) sehingga dapat dikonsumsi dengan aman.
Keunggulan
Keunggulan produk ini dari segi rasa adalah renyah dan gurih,.Selain itu, produk ini juga dapat bertahan lama (awet).
Deskripsi Detail
Ukuran alat yang digunakan dalam pembuatan kerupuk ikan adalah:
1. Kompor pemasak : lebar ± 30 cm, tinggi ± 40 cm
2. Dandang dengan sarangannya : tinggi ± 40 cm, diameter ± 30 cm
3. Alat penumbuk dari kayu (lesung) untuk menumbuk ikan mencampur dengan bahan lain: tinggi ± 40 cm, diameter ± 25 cm
4. Pisau : panjang ± 20 cm, lebar ± 4 cm
5. Waskom : diameter ± 30 cm, tinggi 20 cm
Bahan-bahan yang digunakan adalah daging ikan (filet), tapioka, gararn, gula, telur dan air. Bahan baku yang digunakan dalam pembuatan kerupuk ikan adalah semua jenis ikan baik ikan laut maupun jenis ikan tawar yang masih segar dan telah dipisahkan antara daging dan tulangnya, serta tepung tapioka yang baik mutunya, bersih dan tidak berbau apek. Perbandingan ikan: tepung tapioka bisanya berkisar antara 20: 80 (1:4) sampai 50:50 (1: 1).
Alat-alat untuk pembuatan kerupuk, misalnya kompor, dandang, lesung/alat penumbuk dan kayu dan lainnya tersebut semuanya dapat diperoleh di pasar/ toko kelontong di wilayah sekitar. Kapasitas lesung/ lumpung kayu ± 10 kg. Pembuatan produk kerupuk ikan mi diusahakan pada skala rumba tangga (home industries)
Tahap-tahap dalam pembuatan kerupuk ikan adalah :
1. Bahan baku ikan disiangi dengan cara dibuat “stainless fillet” (filet/daging ikan tanpa kulit) dan dicuci bersih yang selanjutnya digiling halus dengan cara ditumbuk.
2. Pembuatan campuran bahan kerupuk lain yang terdiri dari tepung tapioka, garam, gula, telur ayam dengan perbandingan tepung tapioka 6 kg, garam 200 gr, gula 250 gr dan telur 3 butir.
3. Tepung tapioka diseduh dengan air panas hingga menjadi adonan yang kental. Bahan-bahan lain dicampurkan ke dalam tepung sambil diremas-remas dengan tangan sampai lumat dan rata (homogen)
4. Adonan dicetak berbentuk silender dalam selongsong plastik atau daun pisang sesuai keinginan masing-masing.
5. Adonan berbentuk silender kemudian dikukus selama kira-kira 2 jam sampai masak. Untuk mengetahui apakah adonan kerupuk telah matang atau belum, maka adonan kerupuk tidak melekat berarti adonan telah masak.
6. Adonan kerupuk yang telah masak segera diangkat dan didinginkan dengan cara membiarkan di udara terbuka selama 1 - 2 malam hingga adonan menjadi cukup keras dan mudah diiris dengan pisau.
7. Selanjutnya adonan kerupuk dilepas pembungkusnya dan diiris tipis-tipis (± ketebalan irisan 2 mm). Untuk memudahkan pengirisan, mata pisau diolesi minyak goreng terlebih dulu.
8. Tahap terakhir dalam proses pembuatan kerupuk ini adalah menjemur irisan adonan hingga benar-benar kering. Kerupuk yang sudah kering bisa segera dikemas
Ditinjau dari aspek pemasaran produk secara lokal maupun berdasar pesanan. Karena produk kerupuk ikan merupakan produk yang sifatnya kering, maka produk ini dapat bertahan lama asal diikuti juga dengan bahan pengemas yang baik.
Ditinjau dari aspek finansial, berikut ini merupakan daftar alat-alat yang dibutuhkan yaitu
Ditinjau dari aspek finansial, berikut ini merupakan daftar alat-alat yang dibutuhkan yaitu
* Pisau : Rp. 10.000,-/bh
* Ikan : Rp. 7.000,-/bh
* Waskom plastik : Rp. 7.500,-/bh
* Dandang : Rp. 20.000,-/bh
* Alat penumbuk : Rp. 100.000,-/bh
* Kompor : Rp. 100.000,-/bh
* Tolenan : Rp. 5.000,-/bh
* Tepung tapioka/sagu : Rp. 6.000,-/kg
* Garam : Rp. 100,-/bata
* Gula : Rp. 5.000,-/kg
* Telur : Rp. 8.000,-/kg
Sumber : Dit PMP DKP
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar